Di museum ini terdapat sebuah restoran bernama Bug Appetit di mana ulat dan serangga berkaki enam lainnya dimasak. Coklat ulat merupakan salah satu menu yang khusus dibuat untuk Halloween. Selain menu tersebut ada pula biskuit coklat yang terbuat dari jangkrik.
Menurut manajer museum, Zack Lemann, banyak orang merespon menu ini. Ada yang sangat tertarik hingga rela datang, namun ada pula yang menghindarinya.
"Kami mendapat banyak reaksi di sini," ungkap Lemann. "Ada orang yang datang ke sini karena tahu tentang 'Bug Appetit', dan mereka makan serangga. Ada pula yang ragu dan cemas. Yang lainnya, yang sama sekali tidak ingin mencobanya."
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Van Russell, mengaku anaknya yang baru berumur 8 tahun sangat menikmat menu Bug Appetit. "Aku berharap anakku bisa makan sayuran selahap memakan serangga-serangga ini," ungkap Russell.
Museum yang memiliki luas 7 ribu meter kubik itu memang didedikasikan untuk para serangga. Anda bisa melihat berbagai serangga mulai dari kumbang, kecoa, tawon, lebah, semut dan rayap. Di sana juga terdapat pameran kupu-kupu yang dibuat menyerupai taman Jepang.
Jika Anda berkesempatan datang ke museum ini namun tidak menyukai kuliner serangga, Anda masih bisa mendatangi Tiny Termite Cafe. Di kafe ini, menu makanannya dijamin bebas serangga.



Posting Komentar